PERMUSUHAN BERUJUNG CINTA - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
28384
post-template-default,single,single-post,postid-28384,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge

PERMUSUHAN BERUJUNG CINTA

Cerita dewasa - Hai, gue Pricillia Sagita, panggil aja Cilla, Gue sekolah di SMA Harapan Bangsa Jakarta kelas 10, Gue punya orang-orang yang paling gue sayang. Yang pertama nyokap dan bokap gue, kakak gue, dan sahabat-sahabat gue yang baik hati. Nyokap dan bokap gue udah pasti baik dan sayang sama gue. Kakak gue, Kak Nino, baik, penyayang, tapi kadang suka nyebelin.

Dan kelima sahabat-sahabat gue. Yang pertama Olive, menurut gue, anaknya udah pasti baik, dewasa, pinter dan kadang tingkah lakunya suka aneh. Terus tiara, anak-nya sich baik, cerewet, manja, dibilang pinter sich iya. Cuma nggak pinter-pinter amat (hehehe). Ketiga Yuki, anaknya tomboy banget, sensitif, dia paling marah kalau ada orang yang nyakitin sahabatnya, kalau dia udah marah, habislah tuh orang! Keempat Natasya, kadang lola’, suka nggak nyambung, manja, cengeng, dan nggak bisa pisah sama yang namanya lollipop.

Dan yang terakhir Karin, anggun, lembut, baik, pinter, sopan, dewasa, pokoknya feminim banget dech. Kalau gue, udah pasti pinter, cantik, ramah, murah senyum, dan baik hati (hehehe). Gue punya musuh bebuyutan dari zaman gue SD sampai sekarang. Namanya Ciko Ananda Putera. Orang yang super duper nyebelin. Cuma gara-gara saingan nilai dan peringkat, gue musuhan sama anak tetangga depan rumah itu.

Hari ini hari pertama Cilla masuk sekolah, Cilla masuk di kelas 10 – A. Waktu Cilla mau masuk kelas, tiba-tiba ada orang yang lari dan nabrak Cilla, sampai Cilla jatuh!. Waktu Cilla lihat siapa yang nabrak Cilla, sontak Cilla langsung berdiri. Karena yang nabrak Cilla itu si Ciko. Timbullah adu mulut antara Cilla dan Ciko.
“Apaan sich lo nabrak-nabrak gue!.” tanya Cilla sengit.
“Lo tuh yang nabrak gue!” ucap Ciko dengan nada tinggi.
“Idih, nih orang udah salah, nyolot lagi!” kata Cilla kesal.
“Lo tuh yang nyolot!.” ucap Ciko dengan nada lebih meninggi.
“Hello? Jelas-jelas lo yang lari-lari nggak liat ada orang, terus lo main nabrak aja!”
“Lo kali yang nggak liat-liat ada orang yang mau masuk juga!.”
“Masih nyolot lagi!. Lo tuh yang nabrak gue!.”
“Lo!.”
“Lo!.”
Tiba-tiba datang Ibu Hesti yang menjadi wali kelas 10 – A. Ibu Hesti langsung melerai Ciko dan Cilla.
“Sudah-sudah! Ada apa ini?! Baru hari pertama masuk sekolah kalian sudah berkelahi, bagaimana hari-hari selanjutnya!.” ucapnya tegas. “Dia tuh bu, yang mulai duluan!” ucap Ciko dan Cilla bersamaan.
“Lo!”
“Lo tuh!.”
“Sudah, hentikan!. Sekarang kalian saling memaafkan!” .
“Lo duluan!.”
“Kenapa harus gue?.”
Dengan paksa Ibu Hesti menarik tangan Ciko dan Cilla.
“Maafin gue”.
“Maafin gue juga”.
“Nah, begitu kan lebih baik. Sekarang kalian masuk dan duduk dengan rapi.”
Waktu istirahat pun tiba, semua siswa keluar kelas dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Di kantin sekolah, keenam sahabat berkumpul dalam satu meja, Cilla, Natasya, Karin, Yuki, Olive dan Tiara. Mereka bercerita tentang kejadian yang baru saja dialaminya. Tiara bertanya pada Cilla, karena dari tadi Tiara memperhatikan Cilla sedang cemberut.
“Cilla lo kenapa?. Muka lo kok cemberut sich?.” tanya Tiara.
“Gue habis berantem lagi.”
“Sama siapa?.” tanya Olive juga.
“Sama orang yang super duper nyebelin!.” jawab Cilla dengan nada kesal.
“Maksud lo Ciko?.” tebak Yuki.
“Iya, siapa lagi coba.” jawab Cilla membenarkan.
“Lo satu kelas ama Ciko?.”
“Iya.”
“Terus penyebab lo berantem sama Ciko apa?.” tanya Yuki.
“Tadi pagi dia nabrak gue sampai gue jatuh. Udah gitu nyolot lagi. Kalau Bu Hesti nggak datang, udah gue jambak-jambak tuh rambutnya. Nyebelin banget.” dengan nada kesal.
“Kenapa sich kamu harus berantem sama Ciko?.” tanya Karin dengan lembut.
“Iya. Ciko tuh udah cakep, cool, keren, pinter, jago main basket, jago main musik, tinggi, putih, baik. Idaman para wanita dech.” sambung Natasya sambil memainkan lolipopnya.
“Itu sich menurut lo.” melirik Natasya dengan kesal.
Tiba-tiba datang Ciko dan teman-temannya.
“Hai ladies.” Sapa Ciko.
“Hy juga.” jawab Karin, Natasya, Olive, Tiara, Yuki.
“Boleh gabung nggak?.”
“Nggak boleh!.” jawab Cilla ketus.
“Kenapa sich mereka nggak boleh gabung sama kita?.” tanya Olive.
“Gue nggak mau.” jawabnya ketus.
“Ya udah dech, nggak apa-apa.” jawab Ciko dengan agak kecewa.
“Eh, Ciko gabung aja. Nggak usah dengerin Cilla.” kata Olive mengajak.
Cilla memandang Olive dengan wajah cemberut.
“Beneran?.” tanya Ciko memastikan.
“Iya.” jawab Olive meyakinkan.
Akhirnya Ciko dan teman-temannya bergabung dengan mereka. Mereka bercerita dan tertawa bersama-sama. Sedangkan Cilla hanya diam dan cemberut.

Baca Juga: ABG TOKET GEDE 38B

Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah habis. Semua siswa masuk ke dalam kelas, termasuk Ciko, Cilla, dan teman-temannya. Semuanya menuju ke kelas masing-masing. Cilla berjalan menuju kelas meninggalkan teman-temannya. Lalu disusul oleh Ciko. Ketika mereka berjalan berdua, Ciko bertanya pada Cilla.
“Lo kenapa?. Muka lo kok kaya benang kusut sich?.” tanya Ciko menggoda.
“Apaan sich lo! Muka lo tuh yang kaya benang kusut!.” jawab Cilla malas.
“Hahaha, bercanda.” kata Ciko sambil tertawa.
Sampai mereka di kelas, dan kembali duduk, untuk memulai pelajaran lagi.
Waktu pulang pun tiba. Cilla berkemas untuk pulang. Pada saat keluar kelas, lantai depan ruang kelas 10 – A sedang dipel. Karena Cilla tidak tahu, hampir saja dia jatuh karena terpeleset. Untung ada Ciko yang menolongnya.
“Untung lo nggak jatuh. Makanya hati-hati kalau jalan.” Ciko menasihati.
“Ih, apaan sich lo pegang-pegang pundak gue!.” ucap Cilla sambil melepaskan tangan Ciko dari pundak-nya.