cerita dewasa

Cerita Sex Paksaan Ayah Tiri Hingga Ketagihan

Cerita Sex Marina adalah seorang gadis muda jelita, usianya baru 17 tahun yang tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. Ayah kandungnya telah meninggal dunia 8 tahun yang lalu. Rupanya ayah tirinya yang baru berusia 35 tahun itu bernama Daud, telah lama menaruh rasa penasaran untuk mencicipi perawan anak tirinya yang masih ranum itu.
Sang ayah tiri meneguk air liur setiap menyaksikan pinggang, pinggul dan pantat Marina yang indah dan seksi,apalagi bila Marina sedang berjongkok mengepel lantai dengan pakaian seadanya, wah, melotot matanya. Timbullah hasratnya untuk menyaksikan tubuh sang anak tiri yang indah polos tanpa pakaian.

Daud mendapat akal, suatu hari ketika Marina dan ibunya sedang keluar rumah,Daud bekerja keras membuat lubang di dinding kamar mandi yang hanya terbuat dari papan. Suatu hari ketika Marina hendak pergi mandi Daud bersiap menunggu sambil mengintip dari lubang kamar mandi yang telah dibuatnya, Marina memasuki kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk melilit ditubuhnya, setelah mengunci pintu kamar mandi dengan tanpa ragu Marina melepaskan handuknya.

Daud menelan liurnya menyaksikan pemandangan indah yang terpampang di depan matanya, pemandangan indah yang berasal dari tubuh indah anak tirinya, tubuh yang begitu sekal padat, ramping dan mulus itu membuat gairah Daud bergejolak, apalagi sepasang payudara yang begitu mulus dengan sepasang puting susu berwarna merah jambumenghias indah di puncak payudara yang sekal itu, mata Daud melirik kearah selangkangan gadis itu tampak bulubulu halus indah menghias disekitar belahan kemaluan perawan itu yang membukit rapat. Semua itu membuat dada Daud bergetar menahan nafsu, membuatnya semakin penasaran ingin menikmati keindahan yang sedang terpampang di depan matanya. Daud tahu Marina sering keluar dari kamarnya pada malam hari untuk pipis.

Pada malam berikutnya, Daud dengan sabar menunggu. Begitu Marina memasuki kamar mandi, Daud membarenginya dengan memasuki kamar Marina. Daud menunggu dengan jantung berdebar keras, begitu Marina masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu, Daud muncul dari balik lemari, Marina terbelalak, mulutnya menganga, buruburu Daud meletakkan telunjuk ke mulutnya, isyarat agar Marina jangan berteriak, Marina mundur beberapa langkah dengan ketakutan. Daud maju dan tibatiba menyergapnya Marina siap menjerit, tetapi Daud dengan cepat menutup mulutnya. Jangan menjerit!, Daud mengancam. Marina semakin ketakutan,badannya gemetar.

Daud memeluk gadis yang masih murni itu, menciumi bibirnya bertubitubi. Marina terengahengah. Jangan takut, nanti kuberi uang, kata Daud dengan nafas menggebugebu. Bibir Marina terus diciumi, gadis itu memejamkan matanya, merasakan nikmat, dengan mulut terbuka. Tanpa sadar, rontaan Marina mulai melemah, bahkan kedua lengannya memanggut bahu Daud. Sekilas terbayang adegan di buku porno yang pernah dilihatnya.Cerita dewasa

Alangkah gembiranya Daud ketika Marina mulai membalas ciumanciumanya dengan tak kalah gencarnya. Pak, Pak jangan!,Walaupun mulutnya berkata jangan, tetapi Marina tidak mengadakan perlawanan ketika gaunnya di lepas. Dalam sekejap, Marina hanya mengenakan beha dan celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama. Daud mencopoti bajunya sendiri.

Marina menghambur ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut, Marina menghadap tembok, menunggu dengan dada bergetar, di hatinya terjadi pertentangan antara nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kehormatannya, namun nafsulah yang menang. Selimut yang menutupi tubuh ditarik, Marina dipeluk daribelakang dan dirasakannya hangatnya pisang ambon Daud mengganjal dan menggesekgesek di belahan pantatnya, Marina menggigil.

Dengan bernafsu Daud menciumi kuduk Marina, gadis itu menggelinjanggelinjang, rasa nikmat menyelusup ke poriporinya. Daud membalikkan tubuh Marina hingga telentang, gadis itu meronta hendak melepaskan diri, Daud menindihnya, tangannya merabaraba bongkahan buah dada Marina. Dada yang ranum dan sehat, yang selama beberapa hari ini mengisi khayalan Daud.

Kembali rontaanrontaan Marina melemah, dirasakannya kenikmatan pada buah dadanya yang diciumi Daud dengan bergantigantian. Dada yang kenyal dan masih segar itu bergetargetar,Daud membuka mulutnya dan melahap putingnya yang merah jambu. Marina menjerit lirih, tetapi segera tenggelam dalam erangan kenikmatan. Pak,mm.., mm.., ja..ngan ssshh mmphh, sshh…

Akhirnya Marina tidak lagi memberontak, dibiarkannya payudara kiridan kanannya dijilati dan dihisap oleh Daud. Aroma harum yang terpancar dari tubuh perawan itu benarbenar menyegarkan, membuat rangsangan birahi Daud semakin naik. Kedua bukit indah Marina semakin mengeras dan membesar, puting yang belum pernah dihisap mulut bayi itu kian indahmenawan, Daud terus mengulum dan mengulumnya terus.

Pak, Saya.., takuut, Suara Marina mendesah lembut.
Jangan takut, tidak apaapa nanti kuberi uang.., dengan napas memburu.
Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah…
aakh.., ibumu tidak akan bangun sampai besok pagi, ia sudah kuberi obat tidur.

Marina mulai mendesah lebih bergairah ketika tangan Daud mulai bermain di bukit kemaluannya yang membengkak. Daud menekannekan bukit indah itu.

Kue apemmu hebat sekali, bisik Daud sambil berkalikalimeneguk air liurnya, tangan Daud menguak belahan kue apem itu. Marina yang semula mengatupkan pahanya rapatrapat kini mulai mengendurkannya,bagaimana tidak? Sentuhansentuhan tangan Daud yang romantis mendatangkan rasa nikmat bukan kepalang apalagi batang kemaluan lelaki yang tegak itu, menggesekgesek hangat di paha Marina dan berdenyutdenyut. Sebenarnya Marina ingin sekali menggenggam batang kemaluan yang besarnya luar biasa itu.

Sementara itu Daud menggosokgosokkan tangannya ke bukit kemaluan yang ditumbuhi rambut halus yang baru merintis indah menghiasi bukit itu. Sssssh, mmh, sssh, aakh.., Mata Marina membeliakbeliak dan pahanya pun membuka. Cerita seks

Daud menggesekgesekkan kepala penisnya di bibirvagina Marina yang masih rapat walau sudah dikangkangkan. Secara naluriah Marina menggenggam batang penis Daud, ia merasa jengah,keduanya saling berpandangan, Marina malu sekali dan akan menarik kembali tangannya tetapi dicegah oleh Daud, sambil tersenyum, lelaki yang cukup ganteng itu berkata, Tidak apaapa, Marina! Genggamlahsayang, berbuatlah sesuka hatimu!.

Dan dengan dada berdegup Marina tetap menggenggam batang penis yang keras itu. Daud meremmelek menikmati belaian dan remasan lembut pada batang penisnya. Sementara itu tangan Daud mulai menjelajahi bagian dalam kemaluan Marina, gadis itu menjerit kecil berkalikali. Bagian dalam kemaluannya telah basah dan licin, ujung jari Daud menyentuhnyentuh clitoris Marina. Marina menggelinjanggelinjang.

Bagaimana Mar?, tanya Daud.
Enaakh, Paak!, Jawab Marina.

Daud semakin gencar menggempur vagina Marina dengan jari tangannya. Lalu Daud menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Marina.Dipandanginya belahan vagina yang begitu indahnya, menampakkan bagian dalamnya yang kemerahan dan licin. Daud menguakkan bibirbibir kemaluan itu, maka kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibirbibir kemaluan Marina, Daud tidak dapat menahan dirinya lagi, diciumnya clitoris Marina dengan penuh nafsu. Marina menjerit kecil.
Kenapa Marina? Sakit?, tanya Daud di sela kesibukannya.

Mariana menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kakinya. Dengan bernafsu Daud menjilati vagina Marina dan lidahnya menerobos menjilati bagian dalam dari kemaluan Marina, melilit dan membelai clitorisnya.Marina semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Daud, tibatiba dirasakannya dinding bagian dalam kemaluannya berdenyutdenyut serta seluruh tubuhnya terasa menegang dan bersamaan dengan itu ia merasakan sesuatu seperti akan menyembur dari bagian kemaluannya yang paling dalam.

aakh, uuggh, Paakk.., Marina mendesah seiring menyemburnya air mani dari dasar lubuk kemaluannya. Sementara Daud tetap menjilati kemaluan Marina bahkan Daud menghisap cairan yang licin dan kental yang menyembur dari kemaluan Marina yang masih suci itu, dan menelannya.
Sungguh nikmat air manimu Mar, bisik Daud mesra di telinga Marina.

Sementara Marina memandang memelas ke arah Daud, dan Daud mengerti apa yang diingini gadis itu, karena iapun sudah tidak tahan seperti Marina.Batang kemaluan Daud sudah keras sekali. Besar dan sangat panjang.Sedangkan bukit kemaluan Marina sudah berdenyutdenyut ingin sekali dimasuki penis Daud yang besar. Maka Daud pun mengatur posisinya di atas tubuh Marina.

Mata Marina terpejam, menantikan saatsaat mendebarkan itu. Batang penis Daud mulai menggesek dari sudut ke sudut, menyentuh clitoris Marina. Marina memeluk dan membalas mencium bibir ayah tirinya bertubitubi. Dan akhirnya topi baja Daud mulai mencapai mulut lubang kemaluan Marina yang masih liat dan sempit. Dan Daud pun menekan pantatnya. Marina menjerit. Bagaikan kesetanan ia memeluk dengan kuat.Tubuhnya menggigil.

Paak, oukh.., akh, aakh, ooough, sakit Pak.., Marina merintihrintih, pecahlah sudah selaput daranya. Sedangkan Daud tidak menghiraukannya ia terus saja menyodokkan seluruh batang kemaluannya dengan perlahan dan menariknya dengan perlahan pula, ini dilakukannya berulang kali. Sementara Marina mulai merasakan kenikmatan yang tiada duanya yang pernah dirasakannya.
Goyangkan pinggulmu ke kanan dan ke kiri sayang!, bisik Daud sambil tetap menurunnaikkan pantatnya.

Eeegh, yaa, aakkhh, oough.., jawab Marina dengan mendesah. Kini Marina menggoyangkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya. Dirasakannya kenikmatan yang luar biasa pada dindingdinding kemaluannya ketika batang penis Daud mengadukaduk lubang vaginanya.
Teee, russ, Paak, eeggh, nikmat, ooough..!, erang Marina. Daud semakin gencar menyodoknyodok vagina Marina, semakin cepat pula goyangan pinggul Marina mengimbanginya hingga, Ouuuughh, sa.., saya,mmaau, keluar.., Paak…
Tahan, sebentar, sayang, ooouggh…

Daud mulai mengejang, dia pun hampir mencapai klimaksmya. aaGhh,jerit Marina sambil menekan pantat Daud dengan kedua kakinya ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Bersamaan dengan tekanan kaki Marina, Daud menyodokkan penisnya sedalamdalamnya sambil menggeram kenikmatan
Eeegghh, Ooouugh… Creeeet, creeet, creeeeeeeet…

Mengalirlah air mani Daud membasahi lubang kemaluan Marina yang sudah dibanjiri oleh air mani Marina. Mereka pun mencapai puncak kenikmatannya. Keduanya terkulai lemas tak berdaya dalam kenikmatan yang luar biasa dengan posisi tubuh Daud masih menindih Marina dan batang penisnya masih menancap dalam lubang kemaluan Marina.

Keduanya saling berangkulan dengan erat menikmati puncak permainan mereka yang sungguh hebat. Marina berdiri mengeluarkan penis ayah tirinya yang besar itu dari lubang vaginanya lalu berpakaian dan kembali lunglai hingga terlelap. Semuanya sunyi dan tenang. Tak ada lagi eranganerangan atau desahan, mereka tertidur dengan penuh kepuasan,tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka nanti.

Post Terkait