cerita dewasa

Cerita Sex Kawan Lama

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex, kisah sex nyata, cerita ngentot, cerita mesum lesbi, cerita dewasa lesbi terbaru dan foto dewasa bugil hot sex tante, bispak, abg, jilbab, spg, stw, remaja, pramugari, cewek bisyar hot terbaru 2016

Cerita Sex Kawan Lama Ist

Cerita Ngentotku ini terjadi pada tahun 1996 akhir, ketika aku sedang memulai usahaku di kota S. Aku baru saja menyelesaikan urusan pinjaman modalku pada sebuah bank swasta di kota ini. Pada masa itu belum ada tandatanda yang mengisyaratkan munculnya bencana ekonomi seperti belakangan ini, sehingga semua urusan banking terasa smooth saja.

Banker yang mengurusi pinjamanku ialah seorang mantan kawan SMAku dulu. Sebut saja namanya Nuning. Ia baru beberapa bulan bekerja di bank tersebut setelah menyelesaikan studinya di Amerika. Semasa SMA, Nuning ialah seorang yang menurutku termasuk golongan nerd. Berkaca mata, duduk di barisan depan, rajin bertanya, dan catatannya selalu laris difotokopi ketika menjelang musim ujian.

Cerita Sex Lesbi | Sedangkan aku sendiri termasuk golongan urakan, yang selalu mendapat nilai paspasan, kecuali untuk pelajaran olah raga. Harus kuakui, Nuning tidak banyak berubah. Ia tetap saja nampak kuper dibalik kaca mata minus 3 itu. Untung saja pakaian kerja yang dikenakannya membuatnya nampak lebih terbuka.

Aku ingat, ketika itu ia mengenakan blazer warna biru pastel, dan kemeja kuning muda. Ia juga mengenakan rok mini berwarna biru tua, dan sepatu berhak tinggi, sehingga tingginya yang hanya sekitar 165an itu terlihat hampir menyamai tinggi badanku.

Setelah usai menandatangani tumpukan kontrak dan perjanjian, aku memutuskan untuk mengajaknya makan siang, bukan lagi sebagai kreditor, tapi sebagai seorang kawan lama. Nuning setuju saja, mengingat bahwa pinjamanku waktu itu membuatnya memenuhi target bulanannya.

Kami meluncur menuju sebuah hotel yang cukup terkenal di kota S, karena satu gedung dengan pusat perbelanjaan TP3. Kami menghabiskan waktu cukup lama untuk memesan menu ala carte, karena harga menu buffet tentunya tidak terlalu ekonomis. Selama makan, Nuning tampak diam saja, seperti biasanya. Cerita Dewasa

Aku mencoba mengamati wajahnya yang manis itu. Kulihat alisnya yang tipis, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis, dan lehernya. Leher yang sangat indah, jenjang dan halus. Ketika aku melihat agak ke bawah lagi, kulihat kancing kemejanya yang paling atas tidak dikancingkan sehingga aku dapat berimajinasi bagaimana bentuk bagian tubuhnya yang berada di balik kemeja itu. Selagi asyikasyiknya menikmati keindahan itu, rupanya Nuning mengamatiku dari tadi. Ia menyunggingkan senyum, mengambil serbet, mengelap bibirnya, dan berkata,

Ndra, kamu masih seperti yang aku dengar dulu?.
Hmm.., Tergantung apa yang kamu pernah dengar dulu, Jawabku agak kikuk.
Pacaran dengan sesama jenis, Jawabnya lugas. Membuat mataku sedikit terbelalak kaget dan menatap matanya yang bundar lucu itu.
Yah.., Kalau gosip yang kamu dengar cukup lengkap, seharusnya kamu nggak perlu nanya kan?, Jawabku mencoba diplomatis.
Cukup lengkap untuk bisa blackmail kamu, Katanya.
Haha, just kidding!, ujarnya lagi agar aku tidak tersinggung. Aku hanya tersenyum saja dan purapura berkonsentrasi pada makan siangku.
Bersyukurlah kamu bisa hidup normal, Kataku mencoba bergaya bijak.
Hihihi.., Udahlah Ndraa, kreditnya udah diapproved kan?, katanya lagi, Nggak ada yang perlu ditakutin.., kecuali kalau bayarnya nunggak!, Candanya.

Kami terdiam untuk beberapa saat, tapi kemudian aku merasakan sesuatu di betisku. Meja makan kami tergolong kecil, hingga posisi duduk kami cukup dekat, dan kaki kami bisa bersentuhan. Namun kali ini sentuhan itu seperti bukannya tak sengaja. Aku merasakan sentuhan jari kakinya mengusap betisku pelanpelan, merambat naik ke lututku, bergerak menyusup masuk ke rok miniku, dan bergerak mengusapusap paha kiriku bagian dalam.

Aku menatap matanya dalamdalam sambil tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi dia balik memandang wajahku, tersenyum, dilepaskannya gagang sendoknya, lalu tangannya menyentuh lehernya sendiri dengan ujung jari tengah. Seperti orang tolol, pandanganku mengikuti kemana larinya jarijari lentik itu. Jemarinya bergerak pelanpelan ke bawah, menyusuri lehernya, turun terus, lalu berhenti ketika tersangkut di kancing kemeja kuningnya. Pada saat itu juga jari kakinya yang sejak tadi diam di antara kedua pahaku disodokannya ke depan, menyenggol kewanitaanku, memang tidak tepat pada bibirnya, namun cukup memberiku sengatan birahi yang mendadak.

Hkk.., Aku merintih tertahan, memejamkan mataku untuk mengontrol perasaanku.

Ketika mataku terbuka, nampak Nuning tersenyum padaku, menunjukkan sebaris gigi yang bersih dan indah. Senyuman itu membuatku makin kikuk. Meskipun masa laluku kulewatkan dengan bebas, namun penampilan Nuning yang anggun membuatku tidak mikir macammacam padanya.., tapi setelah apa yang dilakukannya ini.., aku tidak tahu lagi. Akhirnya, setelah membisu cukup lama, aku melambaikan tangan pada waiter, dan membayar makan siang.

Ndraa, Katanya sambil meletakkan tangannya di bahuku.

Aku punya membership di hotel ini, dan aku rasa aku perlu istirahat sedikit. Kamu mau menemaniku kan?, Tanyanya dengan kalimat yang lugu namun sudah dapat ditebak artinya. Cerita Mesum

Mengingat hubungan bisnisku dengan banknya, aku memutuskan untuk menurut.

Sebagai wanita, agak sulit bagiku untuk bercumbu rayu begitu saja dengan orang yang cukup asing. Hal itulah yang membuatku bengong saja meskipun kini aku sudah duduk di sofa dalam kamar executive hotel, sementara Nuning berdiri di hadapanku dan melepas blazernya dengan gaya yang dibuatbuat agar merangsang. Melihatku tidak berespon, Nuning melanjutkan permainannya, ia melepaskan satu persatu kancing kemejanya, lalu menyingkapkan kemejanya sehingga bahu kanannya yang halus dan putih bersih itu terlihat olehku.

Tali bra berwarna putih berenda tampak menghiasi bahu yang indah itu. Aku cukup mengagumi keindahan tubuhnya, namun aku masih segan untuk bereaksi, aku malu karena Nuning pernah menjadi orang yang cukup aku hormati. Dilemparkannya kemejanya ke atas ranjang, menyusul bra dan celana dalamnya. Aku hanya diam menatap tubuhnya yang kini hanya terbalut rok mini biru tua itu. Payudaranya nampak indah sekali bentuknya, bulat, tidak terlalu besar namun kencang, putih bersih, dan putingnya kecil sekali berwarna coklat muda. Ia melangkahkan kakinya mendekati tempatku duduk.

Ndraa, bisiknya,
Aku mendengar semua gosip tentang kamu. Tentang anakanak basket yang lesbi, dan tentang apa yang kamu lakukan dengan guru geografi di perpustakaan waktu itu. In fact, hampir semua orang membicarakannya, namun nggak ada yang berani terangterangan menuduh, Sambungnya lagi.

Aku tetap diam, menundukkan kepalaku dengan rasa tidak enak.

Aku iri dengan Reni dan Evelin yang bisa setiap saat mandi bersama kamu, tidur bareng di rumah kost, melihat kamu dengan kaos basah di ruang ganti.., bisiknya lagi, seolah menelanjangi masa laluku yang hendak aku lupakan.

Aku tetap tertunduk ketika tibatiba Nuning meraih kepalaku dan mendongakkannya. Karena posisiku duduk dan dia berdiri, maka mataku langsung berhadapan dengan sepasang payudaranya yang indah itu, dengan putingputing yang masih flat, menunggu untuk dibangunkan. Aku tetap terdiam, meski jarijari Nuning menyusupi rambutku yang lurus dan pendek, mengusap pipi dan rahangku, mengelus tengkukku lalu aku mendengar suaranya lagi.

Ndra, please.., Katanya, aku melirik ke atas, menatap matanya. Kaca matanya tak mampu menyembunyikan sorot memelas dari kedua mata bulatnya.

Tanganku memeluk pinggulnya menariknya mendekat. Aku segera mendaratkan bibirku tepat pada puting susu kanannya, menghisap, melingkarinya dengan lidahku, terusmenerus. Aku merasakan cengkeramannya pada kepalaku menguat, aku mendengar desahan nafasnya kian tak teratur, Aku melirik ke wajahnya, aku melihat alisnya menyatu, matanya terpejam, mulutnya ternganga mengeluarkan desahan nafas tak beraturan. cerita sex

Aku ikut kehilangan kontrol, wajahnya begitu membangkitkan hasratku, aku segera memindahkan mulutku ke puting susu kirinya, meremas payudaranya sambil mengulum putingnya, ekspresi wajahnya menunjukkan perasaan kegelian yang amat sangat, tubuhnya menggeliatgeliat kecil, kakinya tampak goyah, tak lama kemudian ia jadi lunglai seperti selembar handuk, rebah di atas karpet tebal kamar itu. Cukup lama aku memainkan kedua payudaranya dengan mulut dan tanganku sementara tangannya sendiri telah masuk ke balik rok mininya.

Tibatiba ia mendorongku hingga kini aku berada di bawah tubuhnya. Wajahnya nampak begitu dekat dengan wajahku, ia mendaratkan ciumannya di bibirku, menghisapnya kuatkuat, sambil tangannya membuka kancingkancing blazer dan kemejaku. Aku tidak mengerti kenapa aku hanya diam, namun kini aku merasakan tangannya telah menerobos bra Marks

Post Terkait