cerita dewasa

Cerita Ngeseks Terbaru 2017: Bantuan Benih Ekonomi

Para pemeran di serial cerita ngeseks ini :
1. Citra Agustina (26), Seorang wanita cantik berambut hitam panjang sepunggung, berkulit putih, tubuh kurus namun memiliki payudara ekstra besar berukuran 36 D
2. Utet (52), Lelaki tua mesum yang sangat jatuh cinta kepada Citra.
3. Darjo (46), Pemilik kontrakan mesum tempat Citra tinggal

Berulangkali Darjo menatap layar handphonenya, berharap ada balasan sms dari Citra Agustina, istri Marwan Sudiro, penghuni rumah kontrakannya. Namun, tetap saja NIHIL. Sama sekali tak ada respon darinya.
Telatnya sudah mau dua bulan Ucap Darjo kesal, Kalau tak segera ditagih, mau sampai kapan mereka akan menunggak? tambahnya lagi sambil berjalan menuju rumah Citra.

Darjo, adalah seorang pria tengah baya beristri 3. Berusia 46 tahun yang tak lain adalah pemilik komplek rumah kontrakan tempat Citra, Seto dan beberapa tetangganya tinggal saat ini. Tubuhnya gemuk, kulitnya hitam, dengan tinggi ratarata kebanyakan orang pribumi.

Janjinya minggu depan Preeeettt. Ini sudah hampir lewat seminggu dari janjinya, eh belum juga memberi kabar. Gerutunya di jalan, sambil berulang kali melihat layar handphonenya.

Memang, akhirakhir ini sepertinya Marwan dan Citra sedang mengalami masalah ekonomi, namun bukan berarti hal itu bisa selalu dijadikan alasan buat menunggak bayar sewa kontrakan.

Cerita Ngeseks Terbaru 2017 | Kembali otak Pak Darjo mengingatingat sosok Citra. Dari awal kepindahannya, wanita gemulai itu memang langsung menyita tempat di hatinya. Wajah cantiknya, senyum manisnya, suaranya yang lemah lembut membuatnya selalu betah jika berlamalama main kerumahnya. Tubuhnya yang ramping, kulitnya yang mulus, ketiaknya yang tak berbulu dan aroma tubuhnya yang wangi, juga membuat dirinya tak ingin cepatcepat meninggalkan rumahnya. Terlebih, ketika melihat ukuran payudara besarnya, wah bakal membuat celana dalam lelaki manapun menyempit. TETEK ITU BESAR SEKALI.

Namun , sayang sekali, Citra telah menikah. Menikah dengan Marwan, lelaki bermasa depan suram yang memiliki banyak hutang disanasini. Seorang calo tanah yang tak pernah tahu kapan ia akan mendapatkan penghasilannya.

***

Sebenarnya, Citra tahu jika ia di sms oleh Pak Darjo. Namun, karena Marwan belum juga memberikan hasil dari pekerjaannya, Citra sengaja tak membalas semua sms dari Pak Darjo. Toh, ujungujungnya, ntar juga ia bakal datang kerumah Batin Citra setiap kali Pak Darjo sms.

Citra dan Marwan sudah tinggal cukup lama dikontrakan Pak Darjo, dan selama itu pula ia jarang sekali telat. Entah kenapa, hanya akhirakhir ini suaminya agak sedikit kesulitan untuk bisa menyediakan uang bayaran kontrakan tepat waktu. Mungkin karena banyak sekali saingan sehingga mas Marwan sering kalah tender.. Pikir bijaknya lagi.

Dan memang benar, Pak Darjo juga mengakui hal itu. Citra dan Marwan adalah pasangan yang cukup kooperatif dalam hal pembayaran. Oleh karena itu, mereka agak dijadikan sebagai anak mas olehnya. Berbeda dengan tetangga lainnya yang harus membayar, buat Citra dan Marwan hampir bisa mendapatkan semua fasilitas perumahan dengan tanpa menambah bayaran sepeserpun. AC, TV, Kulkas, semuanya ditambahkan oleh Pak Darjo dengan gratis, walau pembayaran listriknya tetap diharuskan membayar.

Tapi kalo misalnya Marwan tetap tak bisa bayar Apa aku harus mengusir neng Citra ya..? bimbang Pak Darjo, Istri Marwan itu terlalu cantik untuk dilewatkan begitu saja

Berulang kali, otak mesum Pak Darjo memikirkan segala kemungkinan yang terjadi jika Marwan tak mampu membayar uang kontrakan. Bingung dan galau. Pak Marwan, yang walaupun sudah memiliki 3 orang istri, tetap saja selalu tergiur setiap kali ia berkunjung ke rumah Citra. Tak jarang, ia mencuricuri pandang untuk sekedar menikmati kemolekan tubuh istri Marwan itu. Dan Citrapun Citra pun seolah mengerti jika Pak Darjo sering melirik kepadanya, tetapi dia tidak begitu terlalu mempedulikan.

Bahkan akhirakhir ini, supaya berhasi merajuk mood lelaki gemuk itu supaya mau memperlunak tagihan rumahnya, Citra semakin berani memamerkan bagianbagian tubuhnya yang dapat mengundang hasrat birahi lelaki gemuk itu. Tak jarang, ketika Pak Darjo melirik aurataurat tubuhnya, Citra balas menatap lirikan mesum Pak Darjo sehingga akhirnya mereka berdua saling bertatapan.

Cantik sekali tubuhmu Mbak Andai aku bisa menjadi suamimu Kata Pak Darjo dalam hati sambil berulang kali menelan air ludah birahinya. Melihat tatapan matanya dibalas oleh Citra, Pak Darjo hanya bisa tersenyum kecut.

***

Tak lama, Pak Darjo tiba di pekarangan kompleknya. Dengan santai, ia berjalan sambil melihatlihat komplek perumahannya. itu dia, rumah wanita idamanku rumah nomor 2 dari ujung

TOK TOK TOK
Mbak Citra? Mmbakkk? panggil Pak Darjo.

Sepi. Tak terdengar kehidupan apapun.
Padahal ini hari sabtu, seharusnya mereka ada dirumah Batin lelaki tua itu yang tahu jika sabtu minggu adalah hari libur kantor Citra. Namun setelah beberapa kal mencoba mengetuk pintu rumah citra namun sama sekali tak ada respon, ia mulai merasa putus asa,Wah sia sia nih aku datang kesini

TOK TOK TOK
Mbaaaak.? panggil Pak Darjo lagi.
Apa mungkin neng Citra ada dibelakang ya? Dengan raguragu Pak Darjo memutari rumah Citra, menuju pintu belakang dan mencoba mencoba mengetuk pintu lagi.

TOK TOK TOK
Tetap saja hening. Namun tak lama kemudian, terdengar suara Maryati, istri Sunarto, penghuni sebelah rumah kontrakan Citra berteriak dari samping rumahnya
Eh Pak Darjo Nyariin mbak Citra ya?
Iya bu Mar Tahu nggak Mbak Citra pergi kemana?
Kayanya sih tadi sedang pergi makan siang bareng Pak Utet.
Pak Utet?
Iya Pak Utet.. Ojek pribadi Mbak Citra
Masuk sini aja pak Tunggu di dalam rumah saya Mbak Citra mungkin sebentar lagi pulang ajak Maryati.
Nggak apaapa bu Saya tunggu didepan saja jawab Pak Darjo kembali keteras rumah Citra.

Cerita Ngeseks 2017 | Benar, Tidak begitu lama terlihat sebuah sepeda motor butut muncul dari ujung komplek, seorang lelaki tua membonceng wanita jelita.

Busyet Pakaiannya seksi sekali batin Pak Darjo. Sambil melihat ke arah wanita itu tanpa mengedipkan mata.

Siang itu, Citra hanya mengenakan sebuah daster bali berkain katun tipis warna warni yang pendek. Saking pendeknya, bawahan dasternya tak mampu menutupi paha mulusnya dengan sempurna.

Bentar ya pak saya mau turun Tahan Jangan digoyanggoyang motornya Ntar saya jatuh Pinta Citra pada pak utet.
Hak hak hak . Kalo digoyang mah yang ada mah moncrot keluar neng Bukan jatuh Balas Pak Utet mesum.
Idih maunya tuh moncrot terus Khan barusan juga udah dapet Ntar abis tuh peju
Yaaa.. Namanya juga nafsu Neng Pasti minta dikeluarin terus Apalagi kalo maennya ama Neng Citra Sampe nginepnginep juga bapak mau neng..
Bener yaaaa Awas aja kalo nanti tautau minta pulang. Hihihi
Nggak bakalan neng hak hak hak.

Beruntung, karena melihat sosok Citra lekatlekat, Pak Darjo tak mendengar perkataan mesum Citra dan Pak utet. Melihat Citra yang turun dari motor, Mata Pak Darjo seolah mau lepas dari tempatnya. Selain itu, karena Citra menurunkan beberapa macam belanjaan dari motor, membuat ia berulang kali harus menundukkan badannya. Dan dari depan jaket kain Citra yang tak tertutup rapat, Payudara besar Citra seolah turut menyapanya. Payudara tanpa bra itu kelihatan bergoyanggoyang seiring gerakan Citra.
Busetttt tuuh teteeeekkk. pasti enak tuh kalo dikenyotkenyot.

Ehem. Pak Darjo Kaget Citra yang sama sekali tak menyadari jika diteras rumahnya ada bapak pemilik kontrakan, Tumben Pak dateng kesini Selah Citra membuyarkan lamunan lelaki gemuk itu ketika melihat kearah payudaranya.
Eeh iya mbak
Ada perlu apa ya? Sapa Citra berusaha sopan sambil melewati Pak Darjo yang sedang duduk di bangku teras rumahnya, membuka rumah lalu mengambil air putih, suguhan ala kadarnya buat Pak Darjo dan Pak Utet. Lagilagi, ketika Citra menyuguhkan air minum itu, Pak Darjo melihat payudara Citra yang bergelantungan manja dari luar dasternya yang berleher rendah.
Uuuhhh Jadi ngaceng aku melihat tubuh semok ini ujar Pak Darjo sambil membetulkan benda yang mulai mengeras diselakangannya.

Citra sebenarnya tahu jika maksud kedatangan Pak Darjo adalah untuk menagih rumah , cuman demi menjaga hubungan baik mereka, tetap saja ia harus menyembunyikan wajah kurang menyenangkannya. Dan dari ekor matanya, ia juga tahu jika sedari awal tadi, Pak Darjo tak hentihentinya menatap mesum kearahnya.

Silakan diminum pak Kata Citra mempersilakan tamutamunya menikmati suguhan air putih sambil duduk di kursi teras diseberang kursi Pak Darjo. Karena dasternya yang pendek, membuat paha putih mulus Citra kembali terlihat.

Pak? Tanya Citra sambil melambailambaikan tangannya kewajah Pak Darjo. Membuyarkan lamunannya yang sudah mulai absurd.
Ehh.. Eh iya mbak Begini kembali Pak Darjo membetulkan selangkangannya. Begini mbak Citra yang cantik Maksud kedatangan saya kemari adalah Sekedar Silaturahmi, sekaligus, ingin menagih janji mbak Citra.
Oooo.. mau menagih duit kontrakan?
Hehehe Iya mbak Berhubung si Srinah, tahu Srinah khan? Jelas Pak Darjo sok akrab.

Citra menggelenggelengkan kepalanya.

Si Srinah, istri ketiga saya akan melahirkan, otomatis saya harus menyiapkan segala macam kebutuhan buat biaya lahiran. Nah oleh sebab itu saya kemari. Kata Pak Darjo menjelaskan dengan meta jelalatan menatap lawan bicaranya. . Mau minta bayaran sewa rumah dua bulan kemaren

Koleksi Cerita Ngeseks | Lagilagi mata mesumnya melirik tajam kearah selangkangan Citra yang sedikit terbuka. Mencoba merekam setiap jengkal paha mulus itu di dalam benaknya.

Ooohhh gitu ya pak Sebenernya sih saya mau bayar Cuman kok ya, saya masih belum ada duit yang bisa dibayarkan Jelas Citra.
Memangnya suami neng nggak pernah kasih duit?
Ngasih sih pak Cuman khan hanya buat hidup seharihari.
Lalu duit kontrakannya?
Yaaah boroboro ngasih duit kontrakan pak Wong buat makan aja kadang susah Apalagi, akhirakhir ini malah Mas Marwan juga jarang pulang..
Loooh? Kok bisa jarang pulang.?
iya
Berarti mbak Citra kesepian dong Celetuk Pak Darjo berusaha melucu.
Enggak juga sih pak.. Khan masih ada Pak Utet yang menemani Jawab Citra lagi sambil menujuk ke arah Pak Utet yang sedari tadi sibuk mengelapi motor bututnya. Pak utet yang merasa namanya dipanggil Citra segera menengok sambil tersenyum kearah Pak Darjo.

Mas Marwan masih sibuk dengan kerjaannya pak jadi belum banyak bisa ngasih duit.
Masa kerja mulu tapi ga ngasih duit. Aneh..
Ya gitu deh pak Namanya juga pekerja lapangan.. Jadi ya jarang dirumah
Lalu kirakira kapan saya bisa dapet kepastian tanggal Mbak Citra bisa bayaran kontrakannya..?

Tak menjawab, Citra hanya bisa menarik nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.

Waaduuuhhh Ya ngak bisa gitu juga mbak Saya udah tidak bisa memberikan toleransi lagi mbak.. Mbak sudah menunggak duit kontrakan lebih dari dua bulan. Otomatis kalo mbak nggak bisa mbayar, mbak harus angkat kaki dari rumah ini secepatnya. Ancam Pak Darjo.
Ayolah pakSaya mohon ya pak
Nggak bisa Mbak Orang yang mau nempatin rumah ini sudah banyak yang mengantri..
Janji deh pak Beri saya waktu seminggu lagi..
Hmmm Gimana ya Sebenarnya saya juga senang mbak Rumah kontrakan saya ditempati oleh Mbak Citra yang cantik ini. Tapi kalo terusterusan menunggak begini, bisa digoreng saya sama si Srinah dan istriistri saya lainnya

Saya bakal usahakan pak Seminggu lagi mas Marwan pasti udah dapat duit buat bayar kontrakan kok Percaya deh
Kalo misalnya belum dapet duit juga?

Terdiam, citra tak mampu mengatakan apaapa. Masalah ekonomi memang selalu menjadi masalah pelik buatnya. Terlebih saat ini, ia sudah tak memiliki barang berharga lagi. Dengan menarik nafas panjang, Citra menawarkan sebuah solusi yang tak mungkin dapat ditolak oleh Pak Darjo.

Hhhmmm.. Kalo minggu depan saya masih belum bisa bayar duit kontrakan Citra menarik nafas lalu menghembuskan pelan, Terserah bapak mau apakan saya
Mau apakan gimana neng..?
Ya saya bersedia melakukan apapun pak
Apapun? Termasuk.
Citra mengangguk. Mengiyakan. Terserah bapak. Daripada saya harus tinggal dijalanan

Merasa percakapan antara pak Darjo dan Citra mulai mengarah ke arah yang kurang jelas, pak Utet langsung turun tangan.

Memangnya tagihan kontrakan Neng Citra berapa pak? Tanya Pak Utet dengan nada cukup lantang.

Pak Darjo menatap tajam kearah Pak Utet dengan tatapan merendahkan. Utangnya banyak pak Jawab Pak Darjo ketus.
Sebanyak apa? Tanya Pak Utet lagi.
Duit kontrakan rumah ini sebulannya 600 rebu Ini mbak Citra sudah menunggak lebih dari dua bulan, dan sekarang mau masuk tagihan bulan ketiga. Jelas Pak Darjo, Kenapa pak Bapak mau bayarin? Kaya sanggup saja. Tambah Pak Darjo melecehkan.

Sambil tersenyum, Pak Utet mengeluarkan beberapa lembar uang dari kantongnya. Ini saya ada duit 400 rebu, buat sekedar jaminan. Kata lelaki tua itu sambil menyodorkan gepokan uang receh pada pa Darjo, Santai saja pak Neng Citra pasti bakal bayar kok.
Pak Utet Gak usah repot repot pak cegah Citra sambil menahan tangan pak Utet mendekat ketubuh Pak Darjo.
Nggak apaapa neng Santai saja Ucap Pak Utet sambil tersenyum, Ini pak terima saja uangnya

Dengan perasaan malu, Pak Darjo segera menyembar semua uang receh dari tangan Pak Utet. Lalu, ia memperiksa lembaralembaran uang itu sambil beberapa kali menerawang uang tersebut ke arah langit.

Kampret Garagara lelaki tua sialan, aku jadi gagal mendekati istri Marwan itu.. Gerutu Pak Darjo sambil beranjak pergi , Okelah kalo begitu Saya pergi dulu. Tutup Pak Darjo sembari langsung beranjak pergi menginggalkan Citra dan Pak Utet.

Pak Makasih ya Ucap Citra sambil tak hentihentinya tersenyum simpul.
Makasih apaan neng?
Makasih udah mbantuin aku. Seharusnya bapak nggak perlu ngelakuin itu semua Aku yakin kok bentar lagi mas Marwan pulang bawa banyak duit.
Hak hak hak HalaaahGausah dipikirin Neng..
Kalo gitu saya balas dengan MPPPFFF.

Kecup Citra melahap habis bibir tebal Pak Utet, sambil menggiringnya masuk kedalam rumah.

***

SemprulKakekkakek kampret.. Ucap Pak Darjo berulang kali sambil menyeruput secangkir kopi panasnya yang sudah mulai dingin.
Ada apa toh mas? Kok mukanya kusut gitu? Tanya Limun, si pemilik warung kopi.
Berantakan Munnn Pokoknya Berantakan
Opone yang berantakan mas..? tanya Limun lagi.
Aku baru saja dipermalukan oleh tukang ojek jeleknya si Citra? Jelas Pak Darjo.
Dipermalukan? Maksudnya?
Iya Garagara lelaki kerempeng itu, aku tak bisa mendekati si Citra.
Owalaaahh Emangnya bapak naksir istri Mas Marwan itu ya.? Tebak Limun.
Kekekekekek. Kenapa kamu? Kaget? Tawa Pak Darjo lagi, Boleh donk aku perlihara wanita jelita itu Toh dia sering diterlantarkan oleh suaminya Bayangin, punya bini secantik Citra, ga bakalan aku bolehin jalan kemanamana Sepanjang hari kerjanya cuman. Kekekekekek .
Hahahaha Ngimpi kowe mas.
Wah.. garagara mbayangin si Citra, aku jadi ngaceng Udahudah Mun Berapa totalannya Aku mau pulang ke istriistriku saja kalo gitu.

Segera saja, Limun menghitung semua pesanan Pak Darjo, Cuman lima belas ribu aja mas
Eh Mun Sek sek Handphone aku mana ya?

Sambil kebingungan, tibatiba ingatan Pak Darjo kembali ke rumah Citra. Sepertinya handphone itu tertinggal disana. Pak Darjo buruburu membayar kopinya dan segera balik lagi kerumah Citra.

***

Tak berapa lama, Pak Darjo sudah sampai didepan pintu pagar rumah Citra.

Kok sepi ya? Kata Pak Darjo sambil celingukan, Tapi pintu depannya kok masih terbuka? Tambahnya lagi sambil celingukan.
Nah itu dia Handphone aku Girang Pak Darjo yang melihat telephon genggamnya masih berada di atas meja teras.

Cerita Ngeseks Terbaru | Tanpa mengetuk pintu pagar, Pak Darjo masuk ke halaman rumah Citra, mengambil handphonenya lalu memasukkannya kedalam saku celana. Melihat pintu rumah yang melompong begitu saja, membuat keisengan pak Darjo muncul. Ia ingin mencari tahu, istri Marwan yang cantik jelita itu sedang apa di cuaca yang panas seperti ini.

Neng Cit.

Tak sempt menyelesaikan panggilannya, mata Pak Darjo seketika itu langsung melotot. Terbelalak lebar menatap pemandangan dibalik pintu ruang tamu. Nampak, kedua insan yang bertelanjang bulat itu sedang melakukan sebuah permainan yang sangat melanggar normanorma kesopanan. Tubuh Pak Utet rebahan di kursi sofa, sementara Citra duduk diatas selangkangannya. Pinggulnya dengan lincah bergerak maju mundur sambil kedua tangannya meremasremas payudaranya yang menggelantung besar, mulutnya menceracau tak jelas sambil terus menjilati payudaranya yang besar.

Karena terlena melihat persetubuhan Citra dan Pak Utet, Pak darjo membuka pintu depan itu lebih lebar lagi. Namun tak dikira, ternyata pintu itu bersuara berisik sekali.

KKKRRRRIIIEEETTTT.

Mendengar suara pintu rumahnya terbuka makin lebar, Citra buruburu menengok ke arah suara itu berasal. Setelah tahu jika ada seseorang yang sedang mengintip perselingkuhannya, buruburu ia meloncat, mencabut tusukan penis Pak utet yang masih bersarang di vaginanya, lalu berlari kedalam kamar. Begitu pula dengan Pak Utet. Sadar jika tunggangannya berlari panik, ia juga ikutikutan lari tunggang langgang menyusul Citra kedalam kamar.

Mampus aku Neeeeng Yang punya kontrakan dateng bingung Pak Utet.
Tenang pak. Tenang Mungkin Pak Darjo tidak melihat kita
Nggak mungkin Neng Pasti bapak itu tadi melihat persetubuhan kita. Bapak langsung pergi saja ya Neng Khawatir bapak itu memanggil seluruh warga kampung

Mbak? Mbak Citra.? Permisi. Suara panggilan Pak Darjo dari arah ruang tamu, Mbak Saya masuk ya Ada yang ingin saya omongkan ucap Pak Darjo lagi.

Dan beberapa saat kemudian, sosok lelaki itu sudah berada di depan pintu kamarnya. Perlahan, jemari gempal Pak Darjo menyibak horden.

Seketika, mata Pak Darjo kembali melotot ketika melihat pemandangan yang nampak di dalam kamar tidur Citra. Wanita seksi itu, hanya berdiri kaku sambil termenung bingung menatap sosok tua yang sedang tergesagesa mengenakan pakaian didepannya. Seumurumur, Pak Darjo tak pernah melihat wanita dengan tubuh sesempurna Citra.

Untuk sesaat, mereka bertiga hanya bisa saling memandang satu dengan yang lain. Saling terkesima. Pak Darjo terbelalak menyaksikan pemandangan Citra dan Pak Utet yang masih dalam keadaan telanjang, Pak utet masih kaget karena perselingkuhannya tertangkap basah, dan Citra hanya diam seribu bahasa karena tidak tau apa yang harus dilakukannya.

HEH BANGSAT SEDANG APA KAMU DISITU.. Teriak pak Darjo lantang sambil menyerbu masuk kekamar Citra. Dengan satu gerakan, Pak Darjo langsung membekuk Pak utet yang masih berusaha mengenakan pakaiannya. KAMU SEDANG MEMPERKOSA ISTRI MARWAN YA?

Memperkosa..? Tanya Pak Utet bingung. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha melepas cengkraman tangan besar Pak Darjo sambil terus memakai semua pakaiannya. Enak aja Saya nggak memperkosa.. Neng Citra yang ngajak ngentot

Kaget sekagetkagetnya, Pak Darjo sama sekali tak menyangka jika wanita secantik dan seanggun Citra, mau mengajak bercinta lelaki tua renta seperti Pak Utet. Seketika, Pak Darjo merasa kalah. Namun karena gengsi untuk meminta maaf, Pak Darjo tetap saja memelintir tangan lelaki tua itu.

BANGSAT NGGAK MUNGKIN MBAK CITRA NGGAK MUNGKIN MINTA DITIDURIN OLEH LAKILAKI RENTA SEPERTIMU. AYO IKUT AKU KE KANTOR POLISI.

Jangan Pak Jangan lapor ke kantor Polisi Tibatiba Citra mendekat dan menyentuh lengan tebalnya, ia seolah berusaha membebaskan Pak Utet dengan rayuannya. Luluh, Pak Darjo lalu melepaskan cengkeraman tangannya. Setelah bebas, buruburu Pak Utet melanjutkan memakai pakaiannya lagi.
Waduh, nggak bisa Mbak Saya tak bisa membiarkan rumah kontrakan saya dijadikan sebagai tempat mesum oleh lelaki tua ini Jawab Pak Darjo dengan intonasi nada rendah.
Lagilagi, Citra menarik nafas panjang. Maafin Pak Utet Pak.. Memang saya kok yang mengajak dia meniduri saya

Kembali, pak Darjo kaget. Ia benarbenar tak mengira jika wanita yang sedang bertelanjang bulat didepannya itu bakal senakal itu.

Enggak Mbak. Saya tetap harus melaporkan kejadian ini.. Paling tidak, saya harus melaporkan kepada Pak RT atau Pak RW

. Waduh Neng Gimana nih? tanya Pak Utet bingung, Kita bakal diarak warga keliling kampung
Sebentarsebentar Nama anda siapa pak? Anda sepertinya bukan warga sekitar sini khan?

Tak menjawab, pak utet terus saja mengenakan semua pakaiannya dengan buruburu.
Heh Pak tua JAWAB PERTANYAANKU hardik Pak Darjo sambil mendorong pak utet jatuh kearah kasur.
Aku pulang saja ya Neng kata Pak Utet tak menggubris pertanyaan Pak darjo. Dengan batang penisnya yang masih berlumuran cairan vagina Citra, ia terus mengenakan pakaiannya. Dan setelah semuanya terpakai, dengan buruburu Pak Utet pergi meninggalkan Citra. Dengan kecepatan super cepat, Pak Utet sudah bertengger di motor, siapsiap mengengkol mesin motor bututnya.

Merasa tak digubris, Pak Darjo langsung naik pitam. Ia buruburu menghambur keluar rumah dan menangkap Pak Utet yang hendak kabur. HEH BANGSAT SINI.. JANGAN KABUR.

Tak ingin insiden ini semakin panas, Citra pun segera mengejar Pak Darjo keluar rumah dan memeluk tubuh lelaki gemuk itu. Dengan tak mempedulikan tubuh telanjangnya, ia menarik tangan Pak Darjo supaya melepas Pak Utet pergi.

Pak Jangan pak Tolong biarin Pak Utet pergi. Cegah Citra sambil memeluk tubuh pak Darjo dari belakang.
Tidak bisa Mbak Saya tetap harus melaporkan lelaki BANGSAT ini ke pihak berwajib.

Pak Darjo heran dengan apa yang dilakukan Citra. Mengapa wanita cantik itu begitu ingin dirinya melepaskan lelaki tua ini.
Pak jangan Pak.

Tanpa mendengar teriakan Citra, Pak Darjo terus saja mencekik leher pak Utet dan menyeret tubuh lelaki tua itu supaya turun dari motornya. Merasa usahanya siasia, Citra lalu melepaskan pelukannya lalu merentangkan tangannya lebarlebar, mencegat kedua pria itu supaya tak bertengkar semakin panas.

PAK DARJO TOLONG LEPASIN PAK UTET. teriak Citra lantang.
Minggir Mbak
Aku mohon pak Lepaskan Pak Utet

Citra sadar jika usahanya sama sekali tak membuahkan hasil. Ia juga sadar, jika Pak Darjo tetap tak mau melepaskan selingkuhannya, keributan ini bakal menjadi lebih panjang, dan bisa menarik perhatian tetangga sekitarnya. Sehingga ujungujungnya, banyak orang yang tahu jika selama ini Citra sudah berbuat serong dengan lelaki lain.

Merasa tak ada jalan keluar, Citrapun akhirnya menggunakan jalan satusatunya. Jika bapak sudi melepaskan Pak Utet Bapak boleh memilikiku jika bapak mau

Kalimat terakhir Citra sepertinya sangat ampuh meredam amarah Pak Darjo.
Ke Kenapa Mbak? Tanya lelaki gemuk itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi.
Barusan Mbak bilang apa?

Pak Darjo boleh memilikiku jika mau

Bak memenangkan undian togel, hati pak Darjo mendadak berbungabunga. Sebuah senyuman terukir di wajah gelap Pak Darjo. Lebar sekali, hingga ujung bibirnya bisa menyentuh telinga. Mimpi apa ya aku semalam? Citra agustina akhirnya menyerahkan dirinya padaku..

Kamu sadar khan mbak maksud dari perkataanmu barusan.?

Tak menjawab, Citra hanya menganggukkan kepala.

Perlahan, ia melepas cengkraman tangannya pada leher Pak Utet, membiarkan lelaki tua itu kembali pergi. Tak ingin mensiasiakan kesempatan ini, Pak Utet buruburu menstater motornya, lalu kabur meninggalkan komplek rumah kontrakan Citra.

Sudah mbak. Aku sudah melepaskan lelaki bajingan itu Kata pak Darjo sambil terusterusan mengembangkan senyum liciknya, Lalu. Sekarang gimana?

Masih dengan diam, Citra buruburu membalikkan badannya, lalu melangkah masuk kedalam rumahnya, dengan wajah kusut. Tampak kebingunan di wajah cantiknya. Ujung kedua alisnya bertaut. Dan kerut didahinya benarbenar terlihat jelas. Wanita jelita itu benarbenar bingung. Ia tak menyangka jika perselingkuhannya dengan Pak Utet bisa ketahuan karena ketelodarannya.

Mendadak, terlintas di benak Citra semua akibat dari perselingkuhan yang terlah ia lakukan. Mas Marwan murka, dan langsung menceraikan dirinya. Nama baiknya rusak. Tak ada kepercayaan lagi oleh orang sekitar terhadap dirinya. Dikucilkan dari masyarakat.

Duduk di sofa ruang tamu, Citra hanya diam. Dewi keberuntungannya kali ini sama sekali tak bisa membantu masalahnya ini.

Melihat Citra yang sedang bingung, Pak Darjo buruburu mendekat kearah Citra. Ia lalu mengajak Citra pergi ke kamar tidurnya. Masih dalam kondisi bingung, Citra menuruti permintaan lelaki gemuk itu. Dan sesampainya di dalam kamar, Pak Darjo segera menubruk tubuh ramping Citra. Ia memeluk tubuh wanita cantik itu eraterat, sambil mulai mengecupi kening dan pipi mulusnya.

Seketika, Citra tahu apa yang sedang pak Darjo mulai lakukan pada dirinya. Itu adalah konsekwensi dari kalimat terakhirnya. Iya, ia harus menyerahkan semua kehormatan dirinya kepada pemilik kontrakan bertubuh tambun ini.

Kehormatan.? tanya citra dalam hati, Memangnya aku masih punya kehormatan?
Setelah bersetubuh dengan Pak Utet, Seto, dan sekarang Pak Darjo Masih adakah kehormatan dari diriku yang masih tersisa?

Dalam menitmenit terakhir, akhirnya Citra menyerah. Setelah susahsusah berusaha mencari jalan keluar dari semua masalah yang menimpanya, mendadak Citra tersenyum.

Tak apalah, jika aku harus melayani para lelakilelaki hidung belang itu Karena paling tidak, aku tak harus pusingpusing memikirkan beban ekonomi yang harus aku tanggung.

Melihat wanita yang sedang dipeluknya mendadak senyumsenyum sendiri, Pak Darjo kembali menatap raut wajah dan tubuh telanjang Citra dalamdalam.
Akhirnya aku bisa mendapatkan dirimu mbak Ucap Pak Darjo sebelum akhirnya ia memeluk kembali tubuh jelita Citra lagi.

Citra dapat merasakan desah hembusan nafas birahi lelaki gemuk itu menerpa keningnya, matanya, pipinya, hingga lehernya. Tak ingin terlihat malumalu, Citra lalu memejamkan mata , tak tau harus menolak atau menikmati kecupan mesra lelaki gemuk itu. Perlahan, birahi Citrapun mulai terusik kembali, apalagi setelah kecupan Pak Darjo mulai merambat sampai pada bibir tipisnya.

Hangat sekali kecupanmu Pak Darjo batin Citra sambil mulai mempersilakan lidah lelaki tua itu bermain dalam mulutnya. Tangan nakal Pak Darjo pun tak tinggal diam, mulai merayapi payudara, perut, pantat, vagina hingga paha Citra. Mencoba meresapi kehalusan kulit istri Marwan itu.

Ehhhhmmm.. Desah Citra, menikmati usapan dan belaian serta kecupan bibir Pak Darjo.

Melihat Citra hanya diam pasrah, Pak Darjo semakin bersemangat. Dari gerakan yang awalnya hanya mengusap dan membelai, hingga pada akhirnya ia mulai meremas, memilin dan mencubit. Apa saja ia remas, pantat, perut, pinggul hingga payudara Citra tidak luput dari remasannya. Hal ini semakin membuat Citra menjadi lemah tidak berdaya, nafsunya yang sempat padam karena ditinggal oleh lelaki pengecut seperti Pak Utet, perlahan mulai terbakar lagi.

Sedikit demi sedikit Pak Darjo mendorong tubuh Citra ke arah kasur.

Citra yang sudah dimabuk birahi itu hanya bisa menurut saja ketika ia diminta Pak Darjo untuk menurunkan tubuhnya dan duduk dikasur. Pak Darjo lalu mengikuti Citra duduk ditepi tempat tidur dan mulai memainkan lidahnya diseputar puting payudaranya.

Dengan sekali dorong, Pak Darjo merebahkan tubuh indah Citra kebelakang. Membuatnya telentang. Sekali lagi, lelaki tua itu mengamati keindahan tubuh Citra. Mengagumi setiap poripori kulitnya yang mulus tanpa luka. Mengagumi payudara besarnya yang membuncah indah. Mengagumi bibir vagina Citra yang gemuk seperti kue apem

Dalam diam, Citra mulai mengapai tubuh pak Darjo yang masih berdiri di samping tempat tidurnya. Berusaha meraih tonjolan daging yang tumbuh diselangkangan Pak Darjo.

Buka bajunya pak Ucap Citra lembut.
Melihat Citra mulai berinisiatif, Pak Darjo segera memelorotkan celana panjang beserta dalemannya. Tak lupa ia juga melucuti kemeja lusuhnya dan melemparnya ke sudur kamar.

Pada akhirnya, tampaklah oleh Citra, tubuh hitam nan gemuk milik Pak Darjo. Walau penisnya tak terlalu panjang, tetap saja Citra merasa kagum akan kegemukannya. Irip ubi jalar. Kepalanya kecil, tapi batangnya benarbenar besar.

Perlahan, Pak Darjo mulai mengulik vagina Citra. Menggelitik mesra, sambil sesekali menjilat klitorisnya. Citra tak mengira jika gaya pemainan lelaki yang temperan itu benarbenar sopan. Sepertinya, Pak Darjo bisa berlaku romantis juga Kata Citra dalam hati. Tak seperti permainan seks mas Marwan yang asal gabruk, tubruk, tusuk, dan akhirnya ambruk. Seruntulan.

Tidak puas hanya dengan hanya mengusap vaginanya, Pak Darjo mulai menusuknusukan jemarinya kevagina Citra yang telah basah oleh cairan birahinya.

Eeehhmmm.Pak Panggil Citra pelan
Hmmmm.
Jangan laporin kejadian tadi ke Mas Marwan ya pak.
Kekekekek Kita lihat saja nanti Kekeh lelaki gemuk itu.
Tolong ya pak. Jangan.
Trus kalo aku nggak lapor ke suamimu, aku dapet apa?
Apa aja pak
Apa saja itu gimana..? Aku nggak ngerti.

CLOK CLOK CLOK.
Rupanya vagina Citra sudah benarbenar basah, karena tak terasa, kocokan jemari Pak Darjo sudah diiringi oleh lendirlendir liang vaginanya.

Aku rela pak jadi MADUMU.
Kekekekekek . Kalo aku nggak mau gimana?
Kamu nggak mau pak?
Buat apa wanita tukang selingkuh sepertimu dijadikan maduku? Ejek Pak Darjo.

Citra hanya diam.

Kamu pasti wanita murahan. Sama lelaki tua aja mau diajak ngentot..
Ayo coba ngaku, kamu sudah berselingkuh ama berapa orang..?

Lagilagi Citra diam, tak menjawab,

Kekekekekek. Aku yakin kamu sudah dipake banyak orang Ejek Pak Darjo sambil terus mengocok vagina banjir Citra cepatcepat.

CLOK CLOK CLOK

Dasar LONTE.

Mendengar hinaan Pak Darjo, Citra buruburu bangkit. Ia langsung berdiri dan meninggalkan pak Darjo. Walau ia sudah benarbenar bernafsu, namun panggilan Pak Darjo buat dirinya tadi membuatnya emosi.

Heh Lonte.. Mau kemana? Tanya Pak Darjo sambil mengamit tangan kecil Citra. Dengan sekali kibas, lelaki gemuk itu membanting tubuh kecil Citra keraskeras ke kasur.

Aaaawww. Pakk Rintih Citra begitu tubuhnya terhempas ke atas kasur, Kasar banget kamu pak
Jangan sok suci Mbak. Lonte sepertimu harusnya tak aku perbolehkan tinggal di sini
Lepasin!
Udahlah Mbak Ga usah banyak bacot
Aku bisa teriak pak
Kekekekek Teriak saja mbak Biar sekalian orang kampung tahu, betapa binalnya dirimu Ujar Pak Darjo, Udah nggak bisa bayar kontrakan, pamerin tubuh telanjang biar nggak jadi ditagih duit sewa.. Gitu ya? Orangorang pasti bakalnya berpikir seperti itu.. Kekekekekek.

Sialan. Apa yang dikatakan lelaki busuk ini ternyata cukup masuk akal Gerutu Citra.

Ayo Sekarang kamu nungging Pinta Pak Darjo kasar. Kalo kamu mau jadi MADUKU. Kamu harus layani aku dengan segenap hatimu. LONTE MURAHAN.

Tak pernah seumurumur Citra dilecehkan seperti ini. Lonte. Dengan tatapan penuh amarah, Citra tak menjawab pertanyaan Pak Darjo, ia hanya terus menatap tajam kearah lelaki gemuk itu.

Gimana? Mbak Citra Agustina yang terhormat. Apakah kamu mau kamu jadi lonteku? Goda Pak Darjo semakin mempercepat kocokan jemarinya ke liang kenikmatan Citra.

CLOK CLOK CLOK

Jawab! Bentak Pak Darjo lagi. Mau nggak kamu jadi lonteku?

Tanpa menunggu jawaban Citra, Pak Darjo segera membekuk tangan Citra kesamping tubuh rampingnya. Lalu dengan satu tangan lainnya, ia menindih dan memasukkan alat kelaminnya kedalam kemaluan istri Marwan itu dalamdalam. Vagina Citra yang sudah benarbenar basah, segera saja menyambut penis gempal pak Darjo.

CLEP

Tak mampu bergerak, Citra hanya menggelenggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. Dalam penolakannya, ia berusaha merasakan kenikmatan tusukan kasar dari penis gemuk Pak Darjo. Walau penis itu tak sebesar dan sepanjang penis Pak Utet, tetap saja, mampu membuat birahinya kembali menggelegak.

Tak lama, kemaluan Pak Darjo berhasil melesak seluruhnya. Sejenak, mereka terdiam sambil saling merasakan kenikmatan persetubuhannya,

Gimana mbak.? Kamu mau jadi LONTEKU?
Tak menjawab. Citra hanya diam sambil terus menatap tajam kearah Pak Darjo. Citra sama sekali tak mengira, jika lelaki yang dihormatinya itu bakal melakukan tindakan hina seperti ini. Pak Darjo tega memperkosa Citra di rumahnya sendiri, di atas kasur yang biasa ia gunakan untuk bersetubuh dengan suaminya.

Nggak usah kamu jawab juga aku sudah tahu mbak Ucap Pak Darjo penuh keyakinan. Liat aja memek kamu yang membanjir seperti ini, aku tahu jika kamu suka diperlakukan seperti ini ya? Kekekekek.

Sekali lagi, Citra dibuat malu oleh lelaki gemuk itu. Apa yang dikatakan oleh lelaki gemuk itu benar. Walau wajahnya menunjukkan penolakan terhadap apa yang sedang dilakukan Pak Darjo pada dirinya, tubuhnya tidak sama sekali. Tubuh moleknya justru menikmatinya.

Aku tahu Kamu bakal bersedia Mbak Kekekekek Tawa Pak Darjo. Dengan kecepatan tinggi, lelaki gemuk itu mulai menggenjot penisnya keliang vagina Citra. Menusuk dan mencabut batang gemuknya dengan kecepatan tinggi.

Wuuuoooooo. Sempit banget memekmu mbak puji Darjo, yang seumurumur belum pernah merasakan vagina sesempit milik Citra. Walaupun ia telah sering menikah, tak satupun dari ketiga istrinya yang memiliki vagina seperet Citra. Aku nggak ngira Lonte Cantik sepertimu punya memek yang menggigit seperti ini.

Ehhmmm.. Ssshhshhhhsss.

Mendapat tusukan cepat seperti itu, mau tak mau membuat Citra akhirnya mulai mendesah keenakan. Rupanya ia tak kuat juga menahan gempuran birahi penis Pak Darjo. Perlahan, erangan dan desahan kenikmatan meluncur dari bibir tipis Citra.

Kekekek. Kenapa mbak? Goda Pak Darjo yang tibatiba mencabut penisnya dari vagina Citra.
Ooohhh. Erang Citra, Paakk..
Kenapa mbak.? Pengen lagi

CLOP. Pak Darjo kembali menusukkan penisnya lalu mencabut kembali.

Ooohhhmmm. Ssshhh Pak

Kekekek Mukamu lucu sekali mbak.

CLOP. Lagilagi Pak Darjo menggoda Citra. Dengan santai ia menghujamkan penis gemuknya lalu mencabutnya kembali. Kekekekekek.

Merasa dipermainkan seperti itu, membuat Citra merontaronta nikmat.

PAK DARJO ENTOT AKU PAAKK JANGAN PERMAINKAN NAFSUKU Jerit Citra.

Kekekekekek. Gimana Mbak? Kamu bersedia jadi LONTEKU..?
Ooohh. Iya pak
Iya Apa?
IYA PAAAKK.. AKU BERSEEEDDDIIIAAAAA. Erang Citra lagi.
Kekekekekek

Mendengar lawan bercintanya mulai mendesahdesah, Pak Darjo pun semakin cepat menggerakkan pinggulnua. Menghujamkan batang penisnya dalamdalam ke vagina sempit Citra.
Enak ya mbak?
Ehhmmmm.
Kekekekek. Dasar lonte

Suhu Sabtu siang yang sudah panas, semakin dibuat panas oleh kelakuan bejat mereka. Dan tak lama kemudian, desahan lantang pun mulai terdengar nyaring di komplek yang sedang sepi begini.

Mendengar panggilan kasar Pak Darjo kali ini, entah kenapa tak membuat Citra sakit hati. Malah, ia semakin bernafsu untuk dapat mengalahkan stamina lelaki gemuk yang sedang mencucuki vaginanya.

Namun apa daya, persetubuhan dengan Pak Utet sebelumnya, cukup membawa dampak besar bagi Citra. Terbukti, gelombang orgasmenya langsung menerpa. Dari pangkal pahanya, rasa panas mulai menjalar naik ke rahimnya, membawa sengatansengatan orgasme semakin mendekat.

Begitupun oleh Pak Darjo, gelijang tubuh Citra yang hendak orgasme sangat terasa olehnya. Istri Marwan itu lalu berulang kali mengangkat tubuhnya tinggitinggi disertai gerakan kepanya yang tak terkontrol. Dan benar, beberapa detik kemudian, tubuh Citra bergetar hebat, disertai cengkraman kukunya pada punggung gemuk Pak Darjo.
Pak Aku keluar. AKU KELUUUUAAAARRRR PAAAAKKKK..

CREET CREET CREECETT.
Semprotan lendir birahi keluar dari vagina sempit Citra, diiringi oleh kedutan hebat dindingdinding rahimnya.

Merasakan pijatan vagina yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Pak Darjo pun tibatiba merasa ingin orgasme. Dengan kecepatan maksimal ia kemudian memacu gerakan pinggulnya naik turun, sembari menindih dan memainkan payudara Citra yang nampak tak berdaya sama sekali setelah ia mendapatkan orgasmenya.
Aku juga keluar Mbak AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHHH.

CROT CROT CROCOOOT.

Tak terbayangkan nikmat yang dirasakan Pak Darjo ketika menyemburkan benihbenih kejantanannya kedalam rahim Citra. Nikmat di ujung penisnya berasa langsung menyebar ke seluruh penjuru syaraf tubuhnya. Menghantarkan getarangetaran enak yang tak mampu terlukiskan dengan katakata.

Ini adalah orgasme terhebatku. Orgasme yang tak pernah aku dapatkan dari ketiga istriku Batin Pak darjo sembari menghempashempaskan pinggul gemuknya, memerah semua spermanya untuk masuk kedalam rahim Citra. Sejenak, Pak Darjo terdiam. Sambil terus menatap wajah ayu Citra yang damai karena baru mendapatkan orgasmenya, Pak Darjo pun tersenyum penuh arti.

Keduanya nampak begitu capai. Terkulai lemas. Hingga akhirnya Pak Darjo menghempaskan tubuh gemuknya disamping tubuh raming Citra. Tak lama kemudian, mereka berdua tertidur di bawah panasnya udara siang yang begitu menyengat. Tertidur dengan tanpa mengenakan selembar pakaianpun. Tertidur dengan pintu depan yang masih terbuka lebar. 

Post Terkait